Sel. Nov 30th, 2021

Proses evakuasi Pesawat Trigana Air di Bandara Halim Perdanakusuma masih terus berlangsung hingga saat ini, Minggu (21/3/2021). Perlu diketahui wilayah Lanud Halim Perdanakusuma meliputi Bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura 2. Sehingga peristiwa apapun yang terjadi harus dilaksanakan dengan koordinasi antara TNI AU, KNKT dan Angkasa Pura 2.

Danlanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Bambang Gunarto mengatakan, pihaknya telah mendapatkan surat dari PT Trigana dan diberikan keleluasaan untuk mengevakuasi bagaimanapun caranya. Atas dasar itulah akhirnya proses evakuasi Pesawat Trigana Air dilakukan dengan memotong pesawat menjadi tiga bagian. Hal itu dilakukan karena pesawat sudah tidak bisa digunakan lagi.

"Jadi jam 9 kami sudah menerima surat dari PT Trigana, penyerahan ya untuk kegiatan evakuasi. Kami dengan pihak Angkasa Pura 2 bahu membahu melaksanakan, evakuasi yang kami pilih dengan melakukan pemotongan pesawat." "Karena pesawat sudah dinyatakan total loss tidak bisa digunakan lagi. Sehingga cara yang tercepat adalah dengan membagi pesawat dengan tiga bagian," kata Bambang dikutip dari tayangan Live Program Kompas Siang Kompas TV, Minggu (21/3/2021). Selain itu, kondisi pesawat berada di sisi utara runway dimana disitu berupa tanah basah.

Sehingga jika dipaksakan untuk mengangkat pesawat secara utuh akan sangan sulit dan tidak mampu untuk dilakukan. Untuk itu pemotongan pesawat menjadi tiga bagian ini akan memudahkan penanggakatan pesawat dengan crane . "Karena kondisi pesawat dimana posisi terakhir adalah di sisi utara runeway, dimana disitu berupa tanah basah. Sehingga jika kita menggukanan crane, kita angkat utuh itu sangat sulit dan tidak mampu," terang Bambang.

Setelah dibagi menjadi tiga, kemudian pesawat diangkut menggunakan crane yang dimiliki oleh TNI AU. Sejak evakuasi dimulai pada Sabtu (21/3/2021) pukul 21.00 WIB, dua bagian pesawat sudah berhasil diangkat. Bagian ekor pesawat selesai diangkat pada Minggu (21/3/2021) pukul 01.00 WIB dini hari.

Kira kira membutuhkan waktu selama tiga jam untuk mengevakuasi tiap bagian pesawat. "Kemarin kita dari jam sembilan malam sampai jam satu, itu kita berhasil memotong dan mengangkat bagian ekor. Kira kira tiga jam satu bagian itu terpotong dan bisa kita angkat ke tempat yang aman," ucap Bambang. Kini tinggal bagian badan pesawat yang masih berusaha untuk dievakuasi.

Diketahui sejak tergelincirnya Pesawat Trigana Air pada Sabtu (20/3/2021) kemarin, Lanud Halim Perdanakusuma ditutup untuk penerbangan niaga atau komersil. Semua penerbangan komersil pun telah dialihkan ke Bandara Soekarno Hatta selama proses evakuasi masih berlangsung. Hanya penerbangan militer yang bisa beroperasi di Lanud Halim Perdanakusuma.

Bambang menuturkan, Lanud Halim Perdanakusuma akan kembali dibuka untuk penerbangan komersil setelah semua bagian pesawat diangkat serta kondisi runway sudah layak digunakan. "Sebelum kita nyatakan dibuka, terutama untuk penerbangan niaga kita harus pastikan seluruh bagian pesawat sudah kita pindahkan ke bagian yang aman, kemudian sekali lagi kondisi runeway sudah layak." "Jadi kita bekerja pararel ya, sambil kita mengerjakan pesawat kita juga mengerjakan runway. Sehingga kedua kegiatan tersebut selesai, betul betul tuntas dan mempersingkat waktu. Pada waktunya kita buka semuanya safe," tuturnya.

Diperkirakan pada pukul 16.00 WIB nanti, proses evakuasi telah selesai dan penerbangan komersil dapat segera dibuka kembali. "Perkiraan kami dari TNI selesai jam empat karena hanya tinggal satu bagian saja, bagian tengah. Runway juga kita kerjakan pararel, sehingga nanti apabila selesai dikerjakan tinggal finishing. " "Yakinkan lagi sekali lagi runway sudah clear. Kemudian tidak ada lagi benda benda asing diatas runway yang merusak pesawat," pungkasnya. Dilansir Kompas.com , sebuah pesawat Trigana Air dikabarkan jatuh dan tergelincir di Bandara Halim Perdanakusuma pada Sabtu (20/3/2021) siang.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Kompas.com, pesawat itu sempat akan mengudara atau take off di landasan. Namun, pesawat itu kemudian tergelincir di landasan. Foto memperlihatkan pesawat tersebut tersungkur dan berada di luar landasan.

Salah seorang warga yang tinggal di dekat Bandara Halim, Setyo Adi, melihat saat pesawat itu tergelincir. "Saya lihat pesawat tergelincir pas lagi di teras atas," ucapnya. Namun, Adi mengaku belum tahu mengenai kondisi pesawat saat ini.

Pesawat yang tergelincir adalah pesawat kargo Trigana Air PSK YSF rute Bandara Halim Perdana Kusuma Makassar. "Pada hari ini Sabtu, 20 Maret 2021 pukul 11.26 WIB telah terjadi pendaratan keluar runway yang dialami oleh Pesawat cargo Trigana PSK YSF dengan rute Halim Makassar," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati saat dikonfirmasi, Sabtu. Adita menjelaskan, pesawat tersebut mengangkut kargo dan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Akibat kejadian tersebut, penerbangan dari dan menuju Bandara Halim Perdanakusuma dialihkan ke Bandara Soekarno Hatta. "Saat ini pihak AP2 (Angkasa Pura 2) sudah melakukan pengalihan pendaratan dan keberangkatan ke Bandara Soekarno Hatta," kata dia.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *